FESTIVAL AGRIBISNIS 2017

Festival Agribisnis 2017 Jembatani Petani, Pelaku Pasar dan Transaksi Mencapai Rp. 500 Juta

Pembukaan festival agribisnis juga diisi dengan pencanangan gerakan makan telor oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang didampingi Ny. Ayu Pastika selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali serta Ketua DPRD Provinsi Bali. Acara juga dirangkai dengan penandatangan MoU kemitraan pemasaran produk pertanian antara beberapa pelaku usaha pertanian antara lain kelompok tani Naga Gunung Sari dengan UD Ariesta, Pusat Pertanian Kreatif Denpasar dengan Pasar Swalayan Tiara Dewata dan Subak Sangeh dengan PT Bali Sri Organik, serta penyerahan sertifikat pertanian organik dan sertifikat keamanan pangan. Dalam pembukaan kali ini juga diserahkan hadiah lomba gebogan yang dimenangkan oleh Wakil Tim Penggerak PKK Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng sebagai pemenang pertama, Wakil Tim Penggerak PKK Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar dan Wakil Tim Penggerak PKK Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung sebagai pemenang ke II dan ke III. Hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Penggerak  PKK Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika. Festival Agribisnis 2017 akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 15 sampai 18 September 2017 yang dihadiri Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, peserta festival agribisnis dan undangan lainnya.
Pelaksanaan Festival Agribisnis 2017 oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali dinilai sangat positif dalam upaya membantu petani meningkatkan produksinya termasuk pemasarannya. Dengan adanya Festival Agribisnis 2017 ini, dari Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura Bali (Aspehorti Bali) sebagai partner Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali bisa bersama-sama dengan petani, pelaku pasar untuk saling membantu dan memecahkan kendala yang dihadapi. Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) Bali mengajak masyarakat, khususnya petani di Bali agar ikut gerakan tanam cabai berbuah mobil. Setiap perumahan agar memanfaatkan pekarangannya untuk tanam cabai untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan. Kegiatan tersebut bukan sekedar pameran namun menjadi sarana edukasi pertanian kepada masyarakat. Menurutnya, letak strategis acara tersebut mendukung suskesnya Festival Agribisnis. Langkah ini mampu menarik perhatian masyarakat untuk datang melihat dan berbelanja.
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengajak masyarakat untuk konsisten mengkonsumsi buah lokal dan selalu menggunakan buah lokal di berbagai kesempatan baik itu untuk sarana upacara keagamaan, kebutuhan sektor pariwisata serta kebutuhan lainnya. Konsumsi buah lokal selain lebih sehat karena tanpa pengawet, buah lokal juga akan dapat memberikan peluang pasar yang lebih besar pada produk petani lokal sehingga akan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. “Buah import itu untuk sampai ke Bali melalui jalur yang panjang, memakai pengawet agar tetap segar dan bagus. Sedangkan buah lokal, dihasilkan petani sendiri dan pastinya tidak perlu pengawet. Untuk itu kampanyekan gerakan tidak mengkonsumsi buah import, mari konsisten konsumsi buah lokal.” Pembukaan Festival Agribisnis 2017, di Lapangan Niti Mandala Renon.Gubernur Bali juga berharap agar para ahli pertanian dapat melakukan penelitian bagaimana agar buah lokal dapat bertahan lebih lama tanpa menggunakan pengawet serta bagaimana cara menyediakan buah sepanjang tahun tanpa mengenal musim, sehingga harga buah akan tetap stabil. Kedepan bagaimana pertanian lebih baik. sehingga petani bisa menjadi produsen sekaligus memasarkan produknya dengan baik.
  Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menyebutkan perlu adanya gerakan pemasyarakatan produk pertanian lokal ditengah maraknya persaingan pasar, khususnya persaingan dengan produk pertanian import. Sehingga dengan pelaksanan Festival Agribisnis 2017 ini, diharapkan produk pertanian lokal dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan pihak pengguna produk pertanian lainnya. Festival Agribisnis 2017 ini juga diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah buahan untuk kesehatan. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, transaksi Festival Agribisnis 2017 menembus  hampir 500 juta selama tiga hari, 15 sampai 18 September 2017. Transaksi itu menunjukkan animo masyarakat tinggi terhadap pagelaran pameran Festival Agribisnis 2017. Transaksi yang terjadi, nampaknya respons masyarakat terhadap produk yang dihasilkan petani Bali, produk pertanian unggulan lokal cukup menggembirakan.Transaksi yang tercapai itu untuk penjualan sejumlah produk pertanian yang dipamerkan dalam Festival Agribisnis 2017, seperti berbagai tanaman hortikultura, bibit buah-buahan dan juga pangan olahan. Transaksi itu dari pembukaan tanggal 15 September 2017 sore, sampai hari Senin tanggal 18 September jam 11.00 WITA. Dalam Festival Agribsinis 2017 tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga dari sejumlah mitra yang diundang, di antaranya pihak swalayan, hotel, restoran dan asosiasi-asosiasi yang bergerak di bidang pengolahan. Produknya masih murni, belum diolah, harapannya petani bisa bermitra dengan asosiasi untuk memperpendek rantai tata niaga, sehingga petani mendapatkan hak yang wajar. Demikian juga pelaku penanganan pascapanen juga mendapatkan harga yang wajar. Oleh karena itu, berharap sangat ke depan kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan, baik yang dilaksanakan oleh Pemprov Bali maupun yang diprakarsai kalangan swasta ataupun organisasi lain yang melaksanakan pameran pertanian.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk menjamin kesinambungan produk-produk pertanian, telah dikembangkan kawasan-kawasan pertanian dengan komoditas unggulannya masing-masing. Hal ini untuk memudahkan pembeli maupun mitra usaha guna mendapatkan komoditas unggulan, seperti kawasan pertanian bawang di daerah Kaldera Danau Batur, Bangli, sedangkan produk hortikultura di Baturiti Tabanan, serta tanaman jeruk di Kintamani, Bangli. Dengan adanya pengklasifikasian kawasan produk pertanian juga akan memudahkan pihaknya untuk melakukan pembinaan kepada para petani. Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, perlu adanya gerakan pemasyarakatan produk pertanian lokal di tengah maraknya persaingan pasar, khususnya persaingan dengan produk pertanian impor.

Melalui pelaksanaan Festival Agribisnis 2017, diharapkan produk pertanian lokal dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan pihak pengguna produk pertanian lainnya. Festival Agribisnis 2017 juga diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah-buahan untuk kesehatan.

oleh : Ketut Undiarta, SP (APHP Muda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *