Stand Pemerintah Provinsi Bali pada Parade Pangan Nusantara Tahun 2014

PARADE PANGAN NUSANTARA TAHUN 2014

Pemerintah Provinsi Bali yang diwakili 4 (empat) SKPD Lingkup Pertanian (Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Kelautan dan Perikanan) di bawah koordinasi KODAM IX Udayana ikut berpartisipasi pada kegiatan Parade Pangan Nusantara Tahun 2014 di Lapangan Brawijaya – Rampal, Kota Malang, Jawa Timur.

Kegiatan Parade Pangan Nusantara Tahun 2014 ini merupakan penyelenggaraan yang pertama kali atas kerjasama antara Kementerian Pertanian, Panglima TNI, Kodam V Brawijaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan event organizer ”REPUBLIK TELO” dan berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 15 – 19 Januaari 2014.

Yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan Parade Pangan Nusantara ini adalah adanya kegundahan akan situasi pangan dunia yang semakin terbatas, termasuk di Indonesia sehingga mmerupakan ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.  Dengan kondisi tersebut, TNI selaku pengawal kedaulatan NKRI merasa ikut terpanggil untuk ikut bersama-sama masyarakat petani dan seluruh “stake holder” mengawal seluruh rangkaian proses produksi, ketersediaan dan distribusi guna bersama-sama mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kedaulatan pangan menuju kemandirian pangan. Hal ini sangat disadari oleh Pimpinan jajaran TNI dalam hal ini Panglima TNI,  bahwa gangguan terhadap ketahanan pangan akan berdampak kepada terganggunya stabilitasi ekonomi, sosial dan politik yang dapat mengganggu ketahanan nasional yang pada akhirnya dapat mengancam kedaulatan NKRI. Berdasarkan atas hal tersebut, Pimpinan Jajaran TNI memandang perlu melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan Parade Pangan Nusantara  sebagai kebulatan tekad dan kebersamaan TNI bersama rakyat dalam rangka mengawal seluruh rangkaian yang berkesinambungan dalam proses produksi, ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan guna terwujudnya ketahanan pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan, sehingga kekuatan negeri ini menjadi utuh dan kokoh.

Thema yang diangkat pada Parade Pangan Nusantara Tahun 2014 ini adalah : ”Melalui Penyelenggaraan Parade Pangan Nusantara, Kita Tingkatkan Sinergitas Kegiatan Maupun Kerjasama Antara TNI, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah serta Segenap Komponen Masyarakat Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.

Thema ini diangkat mengingat upaya mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu institusi, tetapi memerlukan sinergitas dan kerjasama antar seluruh komponen masyarakat termasuk jajaran TNI.

Rombongan Pemerintah Provinsi Bali berkekuatan 15 (lima belas) personal, yang meliputi : petugas dinas sebanyak 5 orang, petani 4 orang dan pendamping dari Kodam IX Udayana serta Korem 163 Wirasatya sebanyak 6 orang. Petani yang berpartisipasi adalah : I Gusti Ngurah Alit (STA. Manik Mekar Nadhi, Besakih, Karangasem; I Nyoman Sandra (Klp. Tani Jeruk Lestari, Kintamani, Bangli; Ir. I Wayan Wardhana (Gapoktan Mujangga Amertha Giri, Busungbiu, Buleleng dan I Made Sadri, Klp. Tani Kopi Buah Arabika, Landih, Bangli).

Rombongan berangkat tanggal 14 Januari 2014, dan setibanya tanggal 15 Januari 2014 langsung melakukan pembuatan dan dekorasi stand serta dilanjutkan dengan penataan bahan pameran. Dekorasi stand mencoba menampilkan ciri khas dan nuansa Bali dengan berbagai ornamentnya seperti : Ukiran Gapura Bali dari gabus dengan patung “Tualen dan Weredah”, Tedung, hiasan kain perada, Penjor dan lain-lain sehingga benar-benar mampu menciptakan nuasa ke-Bali-annya.

Pemerintah Provinsi Bali pada kegiatan Parade Pangan Nusantara kali ini menampilkan berbagai produk unggulan pertanian yang ada, yaitu : Manggis, Salak Bali organik, Jeruk Siem Kintamani, Jeruk Keprok Madu, Paprika, Kopi Arabika, Kopi Luwak, Aneka Produk Olahan SIMANTRI, aneka produk olahan Salak, olahan ternak dan perikanan serta produk-produk pertanian segar dan olahan lainnya.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Menteri Pertanian pada tanggal 16 Januari 2014 Pkl. 19.30 WIB,  yang didahului dengan sambutan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur (Bapak Soekarwo), sambutan Panglima TNI (Jenderal  Dr. H. Moeldoko, M. Sip). Setelah selesai pembukaan  dilanjutkan dengan peninjauan ke masing-masing stand oleh Bapak Menteri yang didampingi oleh Bapak Panglima TNI, Gubernur Jawa Timur beserta rombongan.

Sebelum pembukaan secara resmi didahului dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara 4 (empat) Komandan Komando Resort Militer se Jawa Timur (Korem Surabaya, Mojokerto, Malang dan Probolinggo) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Jawa Timur dalam upaya mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Timur

Sejak selesainya penataan stand dan produk, animo masyarakat untuk berkunjung ke stand Bali sangat besar, bahkan hampir tidak ada putus-putusnya dari yang sekedar melihat-lihat berfoto ria sampai kepada yang berminat membeli, sehingga tidak salah apabila pada saat acara penutupan yang dilaksanakan tanggal 19 Januari 2014 malam, stand Pameran Pemerintah Provinsi Bali ditetapkan sebagai ”Stand Terfavorit”.

Yang menggembirakan juga adalah bahwa ”Madu Salak” yang merupakan hasil samping dari pengolahan manisan salak ternyata laku keras dengan harga yang sangat menjanjikan dan sangat diminati, bahkan sampai kekurangan produk.  Disamping itu yang tidak kalah menggembirakan adalah bahwa aneka olahan dari susu kambing dari SIMANTRI 067 Gapoktan Mujangga Amertha Giri di Desa Sepang, Busungbiu, Buleleng dalam bentuk : lulur dan scrub sangat menarik bagi remaja dan gadis Malang untuk mencoba dan membelinya karena keyakinan akan ”natural” dan keasliannya. Bahkan ada diantara mereka yang takut kehabisan dan memaksa untuk membeli serta berharap dapat terus menggunakan produk tersebut.

Dari kesan dan pesan pengunjung yang berkunjung ke stand Bali, secara umum sangat terkesan dan berharap dapat terus ditingkatkan dengan menampilkan tidak hanya produk pertanian saja, tetapi juga membawa dan menampilkan aneka produk kesenian/kerajinan (souvenir) khas Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *