Provinsi Bali terdiri dari beberapa pulau yaitu pulau Bali (pulau terbesar), pulau Nusa Penida, pulau Nusa Ceningan, pulau Nusa Lembongan, pulau Serangan dan Pulau Menjangan. Luas wilayah Bali mencapai 5.636,86 Km² atau 0,29 % dari luas kepulauan Indonesia. Hasil sensus penduduk tahun 2000 sebesar 3.146.999 jiwa atau sama dengan kepadatan penduduk 555 jiwa/km², tingkat pertumbuhan penduduk 1,19 % pertahun selama periode tahun 1990-2000. untuk tahun 2004 berdasarkan angka sementara mencapai 3.385.750 jiwa.

Secara administrasi Provinsi bali dibagi menjadi 8 Kabupaten, 1 kota, 55 Kecamatan, 695 kelurahan/desa, 3.998 banjar/lingkungan . Secara geografis Provinsi bali terletak pada posisi antara 8° – 03´- 40”, 8° – 50´- 48” lintang selatan ; dan 114° – 25´- 53” , 115° – 42´- 40” bujur timur. Secara geologi daratan yang terbentuk terutama terbentuk dari batuan kwarter, kwarter bawah, pilosin dan miosin, relief.

Suhu dipengaruhi oleh ketinggian tempat, rata-rata sekitar 28° – 30° C, kelembaban udara berkisar antara 90 % (saat hujan sampai mencapai 100 %) sampai dengan 60 %.

Kebijakan pembangunan pertanian harus memperhatikan gejala globalisasi yang memberikan dampak pasitif maupun negatif seperti adanya dorongan arus perdagangan dan investasi, transfer teknologi , persaingan bebas dengan tuntutan kompetisi harga, persaingan kualitas, kenyamanan, diversifikasi produk purna jual dan sebagainya. Untuk hal itu perlu pengembangan produk unngulan menjadi tumpuan harapan dimasa mendatang.

Pengembangan produk unggulan pada sub sektor perkebunan dilakukan melalui pendekatan pembangunan wilayah (kawasan) dengan menerapkan sistem dan usaha agribisnis berskala ekonomi, utuh, berkerakyatan dan berkelanjutan dalam wadah KIMBUN (Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan).

Pendekatan kawasan ditujukan :

  1. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya wilayah
  2. Menciptakan agregat skala ekonomiuntuk membuka peluang dan memenuhi permintaan pasar
  3. Menciptakan efisiensi distribusi input dan pemasaran out put , sehingga dapat berdaya saing
  4. Memudahkan integrasi koordinasi manajemen pembinaan di lapangan

ARTI LAMBANG

  1. Bentuk lambang adalah segi lima dengan warna dasar biru tua dan garis pinggir putih
  2. Tulisan : BALI DWIPA JAYA, artinya Jayalah Pulau Bali
  3. Didalam segilima terdapat lukisan-lukisan dengan makna sebagai berikut :
    • Bintang Kuning Emas : Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa
    • Candi : Candi Pahlawan Margarana di Klaci Desa Marga (Kabupaten Tabanan), Candi ini menggambarkan Jiwa Kepahlawanan rakyat Bali khususnya dan rakyat Indonesia umumnya
    • Candi Bentar : Lambang keagamaan yang Agung dari rakyat Bali
    • Rantai melintang dari kiri ke kanan : Lambang Persatuan (Gotong Royong)
    • Kipas : Lambang Kesenian/Kebudayaan Daerah Bali
    • Bunga Teratai : Lambang Singgasana Ciwa
    • Padi Kapas : Lambang Kemakmuran

ARTI WARNA

  1. Warna dasar biru tua mengandung arti toleransi
  2. Warna kuning emas mengandung arti luhur/agung
  3. Warna merah mengandung arti keperwiraan
  4. Warna putih mengandung arti suci

Dinas Pertanian

Jln. W.R. Soepratman No. 71
Denpasar, Bali, Indonesia 80236
Telp. (0361) 228716
Fax. (0361) 231967
Website : www.distantp.baliprov.go.id

Social Icons