Latar belakang

  1. Jumlah penduduk miskin di Bali 6,17% (208.106 jiwa) yg sebagian besar (> 70% berdomisili di perdesaan dengan mata pencaharian petani)
  2. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani: kurangnya akses terhadap sumber permodalan, teknologi dan pasar.
  3. Pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan perdesaan secara langsung/tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin.
  4. Konsep pembangunan agribisnis perdesaan selama ini masih bersifat parsial,tidak fokus dan tak terjaga kontinyuitasnya.

Kondisi dan Permasalahan yang Bersifat Khusus dalam Pengembangan Usaha Pertanian di Perdesaan

  1. Pemanfaatan lahan untuk kegiatan usaha tani belum optimal dimana intensitas tanam tanaman pangan rata-rata < 200%, hal ini terutama karena keterbatasan irigasi dan juga permodalan usahatani.
  2. Kegiatan usahatani belum dilaksanakan secara intensif sehingga produktivitas masih relatif rendah (belum optimal sesuai potensi hasil).
  3. Keterbatasan kemampuan SDM karena belum intensifnya pembinaan dan pendampingan.
  4. Budidaya ternak masih konvensional dan dalam skala kecil, serta pemberian pakan belum proporsional sehingga produksi ternak belum optimal.
  5. Limbah ternak (padat dan cair) belum dikelola/diproses dengan baik untuk pupuk yang bermutu dan juga untuk biogas.
  6. Limbah tanaman yang dapat dipergunakan sebagai pakan ternak juga belum dikelola/diproses dengan baik menjadi pakan bermutu dan tahan simpan untuk kebutuhan pada musim kemarau.
  7. Terbatasnya infrastruktur khususnya jalan usahatani, bangunan konservasi air dan infrastruktur lainnya.
  8. Belum berkembangnya kegiatan pengolahan hasil pertanian dan kendala dalam pemasaran hasil khususnya pada musim panen raya.

Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) adalah upaya terobosan dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian karena merupakan pengembangan model percontohandalam percepatan alih teknologi kepada masyarakat perdesaan.

Sasaran SIMANTRI

  1. Peningkatan luas tanam, populasi ternak, perikanan dan kualitas hasil.
  2. Tersedianya pakan ternak berkualitas sepanjang tahun.
  3. Tersedianya pupuk dan pestisida organik serta bio gas.
  4. Berkembangnya diversifikasi usaha, lembaga usaha ekonomi dan infrastruktur di perdesaan.

Simantri mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada.

Kegiatan integrasi yang dilaksanakan juga berorientasi pada usaha pertanian tanpa limbah (zero waste) dan menghasilkan 4 F (food, feed, fertilizer dan fuel).

Kegiatan utama adalah mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah untuk pakan ternak dan cadangan pakan pada musim kemarau dan limbah ternak (faeces, urine) diolah menjadi bio gas, bio urine, pupuk organik dan bio pestisida.

Maksud dan Kegiatan Simantri

  1. Mendukung berkembangnya diversifikasi usaha pertanian secara terpadu dan berwawasan agribisnis.
  2. Sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, mendukung pembangunan ramah lingkungan, Bali bersih dan hijau (clean and green) serta program Bali Organik menuju Bali Mandara.
  3. Kegiatan utama adalah integrasi tanaman dan ternak dengan kelengkapan : unit pengolah kompos, pengolah pakan, instalasi bio urine dan biogas .
  4. Dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan target peningkatan pendapatan petani pelaksana, minimal 2 (dua) kali lipat dalam 4 – 5 tahun ke depan.

Kriteria Lokasi Kegiatan Simantri

  1. Adalah desa yang memiliki potensi pertanian dan memiliki komoditi unggulan sebagai titik ungkit.
  2. Terdapat Gapoktan yang mau dan mampu melaksanakan kegiatan terintegrasi.
  3. Dapat dilaksanakan pada desa dengan Rumah Tangga Miskin (RTM) yang memiliki SDM dan potensi untuk pengembangan agribisnis.

Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) adalah upaya terobosan dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian karena merupakan pengembangan model percontohandalam percepatan alih teknologi kepada masyarakat perdesaan.

Indikator Keberhasilan SIMANTRI

  1. Berkembangnya kelembagaan dan SDM baik petugas pertanian maupun petani.
  2. Terciptanya lapangan kerja melalui pengembangan diversifikasi usaha pertanian dan industri rumah tangga.
  3. Berkembangnya intensifikasi dan ekstensifikasi usaha tani
  4. Meningkatnya insentif berusaha tani melalui peningkatan produksi dan efisiensi usaha tani (pupuk, pakan, biogas, bio urine, bio pestisida diproduksi sendiri = in situ)
  5. Tercipta dan berkembangnya pertanian organik menuju green economic.
  6. Berkembangnya lembaga usaha ekonomi perdesaan.
  7. Peningkatan pendapatan petani (minimal 2 kali lipat).

Paket Kegiatan SIMANTRI

  1. Pengembangan komoditi tanaman pangan, peternakan, perikanan dan intensifikasi perkebunan sesuai potensi wilayah.
  2. Pengembangan ternak sapi atau kambing dan kandang koloni (untuk 20 ekor sapi dan atau 40 ekor kambing).
  3. Bangunan instalasi bio gas 2 unit; kapasitas 11m3 sebanyak 1 unit dan kapasitas 5 m3 1 unit dilengkapi dengan kompor gas (kompor untuk biogas).
  4. Bangunan instalasi bio urine sebanyak 1 unit.
  5. Bangunan pengolah kompos dan pengolah pakan masing-masing sebanyak 1 unit.
  6. Pengembangan tanaman kehutanan sesuai kondisi dan potensi masing-masing wilayah.

Pembiayaan SIMANTRI tahun 2009 dan 2010

  1. Pembiayaan Simantri bersumber dari dana Bansos APBD Provinsi Bali.
  2. Tahun 2009 untuk 10 unit keg. Simantri dianggarkan Rp.2.120.000.000,- berupa bansos untuk keg.fisik Rp.2.000.000.000,- dan Rp. 120.000.000,- berupa biaya langsung untuk keg. Operasional.
  3. Tahun 2010 untuk 40 unit keg. Simantri dianggarkan Rp.10.365.252.164,- berupa bansos Rp.8.000.000.000,- untuk keg. fisik dan Rp.2.365.262.164,- berupa biaya langsung untuk biaya operasional.

Keberlanjutan SIMANTRI tahun 2009 dan 2010
Pembiayaan kegiatan Simantri setelah tahun pertama (I) untuk keberlanjutannya sampai dengan tahun keempat dan kelima diharapkan dari :

  1. Sharing kegiatan / pembiayaan SKPD terkait di Provinsi
  2. Coorporate Social Responsibility (CSR) dan peran Pemerintah Kabupaten / Kota.
  3. MoU pelaksanaan Simantri antara Gubernur Bali dengan Bupati / Walikota se-Bali.
  4. Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 29 Tahun 2010 tentang Keberlanjutan Program Simantri.

Rencana Kegiatan SIMANTRI tahun 2011 antara lain :

  1. Pengembangan kegiatan pada lokasi tahun 2009 dan tahun 2010 dengan alokasi kegiatan lingkup pertanian di lokasi Poktan lain pada Gapoktan yang bersangkutan
  2. Pemantapan kegiatan tahun 2009 dan 2010 melalui alokasi kegiatan pendukung oleh SKPD terkait pada Gapoktan yang bersangkutan (termasuk bantuan pabrik mini pengolahan kompos di lokasi Simantri).
  3. Pengutuhan kegiatan tahun 2009 dan 2010 pada Gapoktan yang bersangkutan.
  4. Pengembangan kegiatan pada Gapoktan/ Desa di Kabupaten/Kota se Bali (direncanakan sebanyak 100 unit Simantri).
  5. Tercipta dan berkembangnya pertanian organik menuju green economic.

Tugas-tugas SKPD sebagai Motivator Kegiatan Simantri :

  1. Memberikan motivasi dan pembinaan untuk pengembangan dan keberlanjutan kegiatan Simantri berkoordinasi dengan PPL, Petugas Pendamping dan Tim Teknis Simantri Kab./ Kota
  2. Identifikasi dan pemecahan masalah pada lokasi Simantri berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Provinsi.
  3. Memfasilitasi untuk adanya dukungan kegiatan dan pembiayaan dalam pengembangan kegiatan Simantri berkoordinasi dengan SKPD terkait (Prov dan Kab./Kota) dan Swasta/donatur (CSR).
  4. Jika memungkinkan memfasilitasi Gapoktan pada lokasi Simantri berupa bantuan pembiayaan/kegiatan sesuai tupoksi dan ketersediaan anggaran/kegiatan pada SKPD motivator

Dinas Pertanian

Jln. W.R. Soepratman No. 71
Denpasar, Bali, Indonesia 80236
Telp. (0361) 228716
Fax. (0361) 231967
Website : www.distantp.baliprov.go.id

Social Icons