Kajian Dampak Program Simantri Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani di Provinsi Bali

KAJIAN DAMPAK PROGRAM SIMANTRI
TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI PROVINSI BALI

Oleh :
KETUT UNDIARTA,SP
NIP. 19621126 199103 1 005
APHP MUDA

  1. PENDAHULUAN
    • Latar Belakang

    SDA dan SDM belum digarap optimal sehingga diperlukan inovasi teknologi, Petani lemah permodalan dan kecilnya pendapatan mereka. Adanya isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang memberi manfaat 3 dimensi : secara ekonomi terjadi efisiensi dalam bentuk peningkatan pendapatan, secara sosial dapat memperkecil kesenjangan antara kaya-miskin, dan secara lingkungan sekurang-kurangnya dapat mempertahankan daya dukung lingkungan. Beberapa dekade lalu pola hidup masyarakat Bali mulai digeser oleh  kegiatan pariwisata dan kerajinan sehingga nilai tukar produk-produk pertanian terhadap sektor sekunder dan tersier selalu tertinggal jauh akibatnya pertanian kehilangan daya tarik bagi petani sendiri dan generasi muda. Kenyataan potensi wilayah : dengan kesuburannya, ketersediaan sumber air, faktor klimatologis dan aspek sosial budaya merupakan dukungan yg sangat nyata terhadap pengembangan peluang pengembangan potensi pertanian di Prov. Bali. Sehingga Pemerintah Provinsi Bali bertekad me-ngembangkan program agribisnis terpadu di perdesaan guna pengentasan kemiskinan dan mendorong perkembangan pertanian organik melalui pengelolaan potensi unggulan daerah yang diberi nama SIMANTRI. Masyarakat Bali merespon positif pengembangan Program Simantri dengan pembentukan kelompok melalui Gapoktan. Proses pengembangan Gapoktan dalam Simantri diawali dengan bantuan sosial secara terukur dan terencana melalui pendalaman thd kondisi awal potensi kelompok dan wilayah mereka masing-masing. Sehingga dalam rentang waktu yang direncanakan diharapkan target dapat tercapai untuk meningkatkan pendapatan sebesar dua kali lipat (200%) dari pendapatan sebelum adanya program Simantri

    Maksud :

    • untuk mengetahui dampak program Simantri terhadap peningkatan pendapatan petani/peternak di Provinsi Bali.

    Tujuan :

    • menganalisis pendapatan pada masing-masing anggota kelompok Simantri sebelum-sesudah program.
    • menganalisis dampak program Simantri terhadap peningkatan pendapatan petani/ peternak pada masing-masing Simantri di Provinsi Bali.

    Sasaran:

    • Teridentifikasinya besaran pendapatan petani/peternak setelah adanya Program Simantri
    • Terwujudnya gambaran dampak program Simantri terhadap peningkatan pendapatan
    • Terwujudnya perencanaan dan pentahapan kegiatan rencana kerja tahunan.

    Lokasi Kajian

    • Menyebar pada sembilan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali ber-dasarkan tahun dimulainya Simantri (2009 sampai 2015).
  2. METODOLOGI
    • Lokasi Kajian dan Metode Pengambilan Sampel Petani.
        • Oleh karena Program Simantri diberikan kepada Gapoktan yang terdiri dari beberapa kelompok maka perlu dilakukan pengambilan secara acak sejumlah petani sebagai sampel sumber data primer.
        • Kategori petani yang diambil sebagai sampel adalah “petani yang secara sah terdaftar sebagai anggota kelompok pada Simantri sasaran”.
        • Selanjutnya petani/peternak dipilih secara Purposive Random Sampling sebesar 15% dari total jumlah anggota yang meliputi ketua dan beberapa anggotanya.
        • Simantri yang dipilih sebagai sampel menyebar secara merata pada Sembilan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali melalui 2 kriteria:
          • Simantri yang sudah berjalan 5 tahun atau lebih.
          • Simantri yang berjalan kurang dari 5 tahun.
        • Dari pengacakan diperoleh jumlah Simantri untuk masing-masing Kabupaten/kota sbb :
          • Singaraja 9 Simantri
          • Jembrana 10 Simantri
          • Karangasem 10 Simantri
          • Klungkung 6 Simantri
          • Bangli 5 Simantri
          • Badung 4 Simantri
          • Tabanan 7 Simantri
          • Gianyar 5 Simantri
          • Denpasar 1 Simantri

      Dengan jumlah sampel seluruhnya 171 orang

  3. HASIL KAJIAN DAN PEMBAHASAN
    • Karakteristik Responden
      • Umur rata-rata responden yang terpilih sebagai sampel adalah 47.27 tahun artinya berada pada umur produktif, umur rata-rata terendah di Kabupaten Bangli yaitu 42.27 tahun dan tertinggi di Kabupaten Gianyar yaitu 55.33 tahun.
      • Jumlah rsponden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 163 orang (95.32%) dan perempuan 8 orang (4.68%)
      • Rata-rata tingkat pendidikan responden 9.51 tahun atau setara tamat SMP atau kelas 1 SMA.
      • Jumlah anggota keluarga per responden antara 4 orang sampai 5 orang
    • Karakteristik Responden Pekerjaan
      • Pekerjaan Utama responden yang berprofesi sebagai petani yang paling lama yaitu rata-rata 25.51 tahun ini menunjukkan bahwa dari umur rata-rata responden 47.27 tahun maka sebagian besar umurnya dicurahkan sepenuhnya sebagai petani. Pekerjaan lainnya sebagai pedagang, buruh bangunan, nelayan dan karyawan.
    • Data Usahatani.
      • Luas garapan rata-rata responden : sawah milik sendiri 33.60 are, Sawah menyakap milik orang lain 18.21 are, Tegalan milik sendiri 30.71 are, Tegalan menyakap milik orang lain 5.61 are
      • Ternak yang diusahakan sapi dan kambing
    • Analisis Penerimaan Usahatani
      • Kegiatan usahatani dapat dianalisis melalui penambahan penerimaan setiap tahun dengan mengelola bantuan sapi/kambing, ikan, tanaman (musiman dan tahunan) sehingga memberikan perbedaan tambahan penerimaan setiap Simantri per tahun, karena jumlah bantuan dan jenis komoditasnya berbeda serta sistem pembagian keuntungan antara anggota dan kelompok juga tidak sama maka masing-masing Simantri mempunyai Penerimaan Usahatani yang berbeda (bervariasi).
    • Analisis Pengeluaran Usahatani
      • Kegiatan usahatani dapat dianalisis melalui penambahan/ pengurangan biaya setiap tahun dengan mengelola bantuan sapi/kambing, ikan, tanaman (musiman dan tahunan) sehingga memberikan perbedaan tambahan pengeluaran setiap Simantri per tahun, karena jumlah bantuan dan jenis komoditasnya berbeda serta sistem pembagian keuntungan antara anggota dan kelompok juga tidak sama maka masing-masing Simantri mempunyai pengeluaran Usahatani yang berbeda (bervariasi)
    • Analisis Pendapatan Usahatani
      • Kegiatan usahatani dapat dianalisis melalui penambahan pendapatan setiap tahun dengan mengelola bantuan sapi/kambing, ikan, tanaman (musiman dan tahunan) sehingga memberikan perbedaan tambahan pendapatan setiap Simantri per tahun, karena jumlah bantuan dan jenis komoditasnya berbeda serta sistem pembagian keuntungan antara anggota dan kelompok juga tidak sama maka masing-masing Simantri mempunyai pendapatan Usahatani yang berbeda (bervariasi)
    • Analisis Incremental B/C Ratio
      • Analisis ini untuk mengetahui perbandingan antara persentase kenaikan pendapatan (Benefit) dengan pesentase kenaikan biaya (cost)
      • Dari analisis Incremental B/C Ratio diperoleh angka 1.56 artinya Program Simantri mempunyai dampak secara langsung terhadap peningkatan pendapatan petani/peternak atau besarnya satu satuan kenaikan biaya yang dikeluarkan akan memperoleh kenaikan pendapatan (benefit) sebesar 1.56 (kenaikan pendapatan lebih besar jika dibandingkan kenaikan biaya yang dikeluarkan)
  4. SIMPULAN DAN SARAN
    • Simpulan
      • Berdasarkan perhitungan proyeksi dari Penerimaan, pengeluaran usahatani dan pendapatan pada masing-masing anggota kelompok Simantri di Provinsi Bali melalui 9 kabupaten/kota sebelum dan setelah adanya Program Simantri dapat disimpulkan bahwa program Simantri memberi dampak antara lain :
        • Persentase kenaikan pendapatan rata-rata sampai Tahun 2016 sebesar 43.08% dari pendapatan awal (dari Simantri 2009 sampai 2015)
        • Nilai Incremental B/C Ratio diperoleh 1.56 artinya tambahan pendapatan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan dengan adanya tambahan biaya usahatani dalam kegiatan Simantri di Provinsi Bali
        • Berdasarkan analisis untuk masing-masing Simantri yang ada di Provinsi Bali dapat disimpulkan bahwa dari 9 kabupaten/kota dapat memberikan kontribusi terhadap persentase peningkatan pendapatan petani, persentase tertinggi peningkatan pendapatan tertinggi 50.58% di Kabupaten Buleleng dan persentase peningkatan pendapatan terendah di Kabupaten Klungkung yaitu sebesar 34.17%
    • Saran (Rekomendasi)
      • Simantri merupakan upaya terobosan dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian, karena merupakan pengembangan model percontohan dalam percepatan alih teknologi kepada masyarakat pedesaan, sehingga ke depannya perlu dipertahankan dan terus diperbaki/ditingkatkan.
      • Persentase peningkatan pendapatan sampai Tahun 2016 yang ditargetkan dua kali lipat belum dapat dicapai, maka ke depannya perlu diadakan evaluasi kepada Simantri-simantri tertentu untuk dilakukan pembinaan lebih intensif dan terarah.
      • Peran pendamping sangat penting agar keberlangsungan Simantri dapat berjalan dengan baik, ada beberapa Simantri yang kesulitan menemukan tenaga pendamping karena domisili pendampingnya jauh dengan lokasi Simantri sehingga agak jarang berkunjung ke lokasi.
      • Di lokasi Simantri ada didapati alat atau mesin-mesin yang rusak dan dibiarkan saja tanpa diperbaiki, ke depannya perlu dikaji dan dievaluasi keberadaan peralatan atau mesin-mesin tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *