Launching perdana, ekspor buah manggis ke Tiongkok melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai

Pemerintah China mengizinkan lagi Indonesia mengekspor manggis setelah sempat mengeluarkan larangan selama empat tahun karena dianggap tidak memenuhi standar baku mutu. “Per Januari ini Tiongkok mengeluarkan keputusan baru bahwa kita sudah bisa ekspor manggis lagi,” ucap Kuasa Usaha Ad-Interim RI untuk China merangkap Mongolia, Listyowati, di Beijing.

Dia mengatakan protokol manggis ditandatangani Badan Karantina Pertanian Kementan RI dan Badan Karantina China (AQSIQ) pada 11 Desember 2017. “Prosedur administrasi sudah selesai dan sudah ada pengumuman daftar rumah kemasnya. Sekarang tinggal pelaksanaannya,”. Ia menganggap kebijakan tersebut menguntungkan bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dengan China.

Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI di Beijing, Dandy Satria Iswara, menyebutkan bahwa pada 2013 saat Indonesia terakhir kali mengekspor manggis ke China nilainya hanya 93 ribu dolar AS. Padahal pada 2012 nilainya mencapai 36 juta dolar AS. “Pada 2012 ekspor manggis kita termasuk tinggi, pangsa pasar kita di Tiongkok mencapai 18,84 persen,”.  China menghentikan impor manggis dari Indonesia pada 2014 karena kandungan zat kimianya melebihi batas toleransi yang berlaku di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Pada 2016, Indonesia sempat mencoba mengekspor manggis ke China. Namun nilainya sangat kecil, hanya 27 ribu dolar AS. Pada 2017 Indonesia sama sekali tidak mengekspor manggis ke China. Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengekspor manggis ke China pada 2013 di bawah Thailand yang nilainya mencapai 222 juta dolar AS dan Malaysia dengan delapan juta dolar AS. Data Bea dan Cukai China mencatat bahwa peringkat Indonesia juga masih di bawah kedua negara tetangganya itu pada 2011 dan 2012. Badan Pusat Statistik RI mencatat bahwa pada 2012, China menduduki peringkat teratas negara tujuan ekpsor manggis Indonesia sekaligus mengungguli Hong Kong dan Uni Emirat Arab. Ketika China menghentikan impor, Malaysia justru menjadi negara penyerap terbanyak manggis dari Indonesia yang pada 2014 mencapai 2,2 juta dolar AS, 2015 (5,7 juta dolar AS), dan 2016 (5,36 juta dolar AS).

Indonesia akhirnya benar-benar merealisasikan ekspor buah manggis ke negara lain. Negara ini berhasil mengekspor sebanyak 1,5 ton manggis ke Tiongkok. Pada tahap awal, manggis ini diekspor langsung ke Tiongkok melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Ekspor baru bisa dilakukan setelah dipastikan kualitas kesehatannya oleh petugas Karantina Denpasar.

Tiongkok selama ini terkenal sebagai penguasa pasar dunia dengan produk-produk di bidang informasi dan teknologi.

Buah dari Tiongkok pun mudah kita temukan di pasar manapun. Ada hal yang sangat menarik terjadi dari buah lokal milik petani Indonesia saat ini. Tahun ini benar-benar menjadi tahun keberuntungan untuk para petani yang hasil panennya mampu bersaing kualitas dengan buah-buah dari luar. Saat ini, komoditas Indonesia diminati mancanegara. Inilah bukti bahwa Indonesia tidak selalu bergantung kepada produk impor, khususnya buah. Manggis adalah salah satu buah lokal Indonesia yang kualitasnya sudah diakui pasar luar negeri.  Julukan ‘The Queen of Fruits’ ini benar-benar diperlakukan bak ratu selama pascapanennya. “Kita harus mampu berikan jaminan kualitas melalui pengawalan pascapanen,” ucap Terunanegara, Kepala Karantina Denpasar saat launching pengiriman perdana manggis. Perlakuan istimewa ini semata hanyalah untuk memenuhi syarat ekspor buah manggis ke Tiongkok yang super ketat. Syarat itu di antaranya manggis Indonesia harus bebas dari OPT dan semut yang menjadi persyaratan mutlak ke Tiongkok.

Komitmen semua stakeholder untuk memenuhi persyaratan ekspor berbuah manis. Hal yang ditunggu selama empat tahun dimana penutupan ekspor manggis ke Tiongkok akhirnya dibuka kembali. Tiongkok pun kali ini mengakui kesegaran dan kesehatan manggis Indonesia. Secara langsung mereka meminta Indonesia untuk memenuhi kebutuhan manggis sebanyak 20 ribu ton selama masa musim panen kali ini dengan kualitas bagus. Sebagai tahap awal di-launching perdana, sebanyak 1,5 ton manggis dari Bali siap diterbangkan langsung ke Tiongkok melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai setelah dipastikan kualitas kesehatannya oleh petugas Karantina Denpasar. “Garansi bebas OPTK dengan meregistrasi dan pengawasan packing house secara ketat adalah upaya kita dalam menjaga ekspor untuk tetap berkesinambungan,”. Pengiriman perdana manggis ini juga dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali, eksportir dan pihak regulated agent.

(Oleh: Ketut Undiarta,SP. –  APHP Muda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *