PASAR TANI UNTUK PEMBERDAYAAN PETANI GUNA MENDONGKRAK PEREKONOMIAN BALI

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnu Ardhana akan terus mengenjot sektor pertanian dalam menjaga kestablian perekonomian. “Pertanian merupakan sektor unggulan, setelah pariwisata, berkaca kejadian erupsi Gunung Agung, pertanian masih tetap bertahan,” kata Wisnu Ardhana di Denpasar. Hal itu disampaikan usai melaksanakan pasar tani yang bekerjasama dengan Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) Bali, sekaligus juga hadir Kepala BNI Bali. Kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan untuk memperkenalkan produk-produk pertanian setiap hari Jumat. Menurutnya, pertanian akan memiliki masa depan yang semakin gemilang karena akan mendapatkan dukungan dengan adanya  teknologi baru. Selain itu, hasil pertanian tetap menjadi kebutuhan pokok setiap orang, karena tidak dapat digantikan oleh apapun. Untuk itu, generasi muda agar serius menekuni bidang pertanian dengan melakukan inovasi sehingga menghasilkan produktifitas yang maksimal. Aspehorti merencanakan akan memberdayakan pengungsi Gunung Agung dengan mengajak berjualan di pasar tani.

Selain itu, pihaknya mengadakan pelatihan pemanfatan lahan sempit maupun budidaya tanaman. Untuk itu, pihaknya sedang melakukan pengecekan lokasi sehingga rencana tersebut segera terwujud. Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak generasi muda, khususnya anak-anak sekolah dan perguruan tinggi agar memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada secara maksimal. “Kami memiliki percontohan tanaman, pembuatan kompos dan teknologi pertanian,” Disamping itu, pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terus ditingkatkan, khususnya bagi mereka sebagai Pendamping Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) Bali Mandara. Ketua Aspehorti Bali Wayan Sugiarta mendukung para pendamping Simantri menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian. “Seharusnya pendamping bisa mewujudkannya karena mereka rata-rata lulusan sarjana pertanian dan diberikan pembekalan rutin pengembangan diri dari tokoh-tokoh yang mumpuni dibidangnya,” Ia didampingi Wakil Ketua Aspehorti Bali I Gede Natih juga menyampaikan, pihaknya juga akan mendampingi mereka yang ingin mendalami pengetahuan tersebut sesuai minatnya baik “publik speaking”, pemasaran, digital marketing maupun mindpower.Kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk upaya mendukung pemerintah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda bidang pertanian. Peluang sektor pertanian sangat besar dan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat seluruh dunia. Ketua Aspehorti Bali I Gede Natih juga menyampaikan, pihaknya juga akan mendampingi mereka yang ingin mendalami pengetahuan tersebut sesuai minatnya baik “publik speaking”, pemasaran, digital marketing maupun mindpower. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk upaya mendukung pemerintah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda bidang pertanian. Peluang sektor pertanian sangat besar dan menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat seluruh dunia .

Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura (Aspehorti) Bali berhasil mempromosikan hasil pertanian Bali sehingga mampu menembus pasar ekspor. Aspehorti menyiapkan pengiriman produk holtikultura ke Qatar, menurut Ketua Aspehorti Bali Wayan Sugiarta di Denpasar. Hal itu disampaikan ketika Pasar Tani untuk Pemberdayaan Petani Bali sekaligus BNI 46 melakukan sosialisasi Kartu Tani dengan peserta dari pendamping Simantri Bali di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali. Pada kesempatan itu Aspehorti menggelar undian kupon “Tanam Cabai Berbunga Mobil” dan Tanam Gemitir Berbunga Mobil” yang puncaknya akan diundi pada pertengahan 2018. Undangan yang hadir juga memborong produk-produk pertanian salah satunya  UD. Sari Buah asal Pupuan Tabanan milik Made Sianta sejak Tahun 2004 yang memiliki 1000 pohon salak gula pasir

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima permintaan dari Rusia, Tiongkok dan Eropa. Untuk itu, pihaknya melakukan kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali maupun dinas terkait. Namun masih mengalami kendala menganai “packaging” atau pembukusan agar produk hortikultura tetap segar dan sehat, khususnya sayuran maupun buah. Dalam mengatasi masalah tersebut pihaknya juga sudah melakukan studi banding ke Malang. Upaya itu untuk menemukan inovasi dan penemuan baru dalam mengatasi kesulitan dalam “packaging” tersebut. Beruntungnya waktu pengirimnya relatif cepat yang akan langsung diterbangkan dari Bali menunju Qatar yang diperkirakan menghabiskan waktu sekitar delapan jam. Ia mengharapkan, permintaan tersebut dapat berkelanjutan dan ditingkatkan sehingga mampu menyalurkan hasil panen pertanian. Bahkan mampu menopang perekonomian Bali yang selama ini  mengandalkan dunia pariwisata. “Pertanian kini sedang menjadi perhatian serius, semenjak erupsi Gunung Agung menghantam dunia pariwisata yang berdampak lebih buruk dari Bom Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Wisnu Ardhana menambahkan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan mendukung hasil pertanian Bali agar menjadi daya tarik pasar global. Menurutnya, pangsa pasar Bali mengalami kejenuhan karena bersaing dengan produk luar daerah dan negeri. Untuk itu, adanya permintaan dari Qatar merupakan angin segar bagi petani Bali, khususnya Aspehorti. “Kami memberikan apresiasi kepada Aspehorti yang sudah berperan aktif dalam membantu tata niaga produk pertanian holtikultura hingga pembinaan pemanfaatan lahan sempit,” ujarnya. Dinas Pertanian berencana akan membantu melakukan pengkemasan yang lebih baik dengan kualitas yang lebih baik dengan kedap udara dan tidak cepat rusak. Kendala tersebut juga sudah sempat disampaikan kepada Menteri Pertanian. Maka dari itu, nantinya dapat menambah adanya permintaan produk pertanian lainnya mengingat Bali sebagai daerah agraris yang memiliki produk unggulan seperti beras, jagung, kedelai, tanaman perkebunan hingga tanaman hias. “Bali telah berhasil ekspor buah Manggis maupun pemintaan beras jenis khusus dari Belgia,” ujarnya.

Direktur Bali Sri Organik (BSO) Ida Bagus Gede Arsana mengamati supplay beras di Daerah Bali cendrung mengalami peningkatan. Oleh karena Bali sebagai tujuan wisatawan asing dan nusantara. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut perlu memperhatikan keberlanjutan subak-subak di Bali. Upaya itu sekaligus memotivasi anak muda agar meneruskan menjadi petani keren dan kaya.

Menurutnya, petani beras dapat meningkatkan produktifitas dengan mengembangkan produksi beras berbasis organik dengan keringanan biaya lebih rendah. “Kebutuhan beras organik masih sangat minim, padahal jauh lebih sehat,” ujarnya. BSO yang mengelola Subak Sangeh telah mengalami peningkatan produksi 6,7 ton gabah kering pungut per panen, sebelumnnya 5,2 ton dan 4,5 ton. Tata niaga komoditas pertanian secara umum dan khususnya hortikultura masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Salah satu yang merugikan pelaku bidang hortikultura adalah praktik tengkulak yang kerap membuat harga komoditas tidak setabil dan cenderung merugikan. Kehadiran Asosiasi seperti Aspehorti Bali menjadi salah satu cara memotong matarantai praktik tengkulak yang merugikan. Dalam organisasi ini kita dapat menyatukan inspirasi, menyerap informasi, mengembangkan tehnologi, terobosan pemasaran serta berbagai inovasi pengembangan agribisnis dalam bidang hortikultura untuk mencapai kemajuan bersama.

oleh : KETUT UNDIARTA,SP (APHP Muda)