Pemasaran Produk Pertanian Melalui Lembaga Koperasi

Oleh : Ketut Arjawa, SP., M.Si
APHP MADYA

Poduk pertanian yang dihasilkan oleh para produsen/petani sering mengalami hambatan pada pemasarannya khususnya pada masa-masa panen raya, produksi meningkat pada waktu tertentu, permintaan cendrung tetap dan seiring dengan gaya para spekulan yang sudah lihai mengahdapi kondisi ini, maka akan sangat mudah mempermainkan harga, terutama pada produk pertanian segar.

Dalam upaya membantu petani disisi pemasaran, Pemerintah Daerah Provinsi Bali telah menerbitkan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,  sebagaimana diatur dalam Pasal 14  bahwa Pemda Bali dan Pemkab/Kota mendorong terbentuknya kelembagaan bagi para petani untuk membentuk Kelompok Usaha Produkstif,  Kopersi, atau Badan usaha.  Disisi lain keterlibatan badan usaha lebih lanjut diatur dalam Pasal 18 bahwa dalam hal pihak pembeli (hotel, restoran, kataering, toko swalayan) membeli produk petani secara tunda bayar, wajib melakukan pembelian melalui Perusahaan Daerah yang dalam hal adalah Perusahaan Daerah Provinsi Bali. Dalam pelaksanaan tugas tersebut dibentuk Tim Penyangga Buah Bali yang terdiri dari Perusda dengan Instansi terkait di Tingkat Provinsi maupun Tingkat Kabupaten/Kota seperti Dinas yang menangani Pertanian, Dinas Perindag, Dinas Koperasi, Balai Karantina, Bank Indonesia, Bea Cukai BPOM dan Lembaga yang terkait dari hulu sampai hilir, dengan tugas sebagai Penyangga Buah Bali, Tim melakukan pembinaan kepada kelompok tani dari sisi hulu hingga hilir. Informasi yang disampaikan oleh pihak Perusda Provinsi Bali dalam tugas sebagai Penyangga Buah Bali pada awal langkah pertama akan diprioritas pada 3 komoditi yakni komiditi Jeruk, Salak dan Anggur.

Dalam upaya membenahi kondisi ini memerlukan beberapa strategi diantaranya adalah dimilikinya posisi tawar petani yang lebih kuat dan berkelanjutan.  Posisi tawar ini terkait dengan produk itu sendiri agar memenuhi standar kuantitas, kualitas dan kontinyuitas.  Tentunya hal ini dapat diwujukan apabila dalam satu wilayah dengan jumlah petani tertentu agar diatur pola tanam dan pola pemeliharaan tanaman dengan mengadopsi teknologi yang memadai, sehingga memenuhi standar disisi ketersediaan. Hal lain yang lebih penting adalah adanya keksepakatan di intern kelompok tani berupa komitmen bersama dengan membentuk suatu wadah pemasaran bersama.

Atas dasar tanggung jawab berama dalam membantu petani disisi pemasaran, pada tanggal 13 Nopember 2019 Tim Tim Penyangga Buah Bali,  Perusda Provinsi Bali bersama Intansi terkait yakni Dinas yang menangai Pertanian di Provinsi dan Kabupaten Bangli dan Dinas Koperasi Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli secara bersama-sama melakukan pembinaan ke Kelompok tani Dana Lestari Banjar Padpadan Desa Pengotan Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli.  Pada kesempatan tersebut, petugas dari masing-masing Instansi mendorong terwujudnya wadah bagi patani yakni Koperasi, yang mana nantinya sebagai wadah dalam memenuhi kebutuhan petani dan sebagai wadah untuk pemasaran bersama. Yang tidak kalah pentingnya  adanya upaya mendorong petani sebagai produsen sekaligus sebagai pengusaha atau dengan istilah konglomerasi petani.

Informasi yang disampaikan oleh pihak kelompok bahwa anggota kelompok tani berjumlah 30 orang dengan kisaran luas areal wilayah kelompok lebih kurang 100,00 Ha dengan jenis komoditi dominan yang diusahakan adalah jeruk. Beberapa petani dengan cara budi daya yang baik mampu menghasilkan sekitar 20 ton per Ha. Rupanya yang umum dihadapi petani yakni harga produk pada saat musim panen raya yang cendrung lebih murah. Pada kesempatan adanya sesi diskusi, dimana hasil diskusi dengan dialog yang bersemangat dan baik antar petani dan petugas pembina, kelompok tani Dana Lestari menyatakan siap menbentuk Lembaga Koperasi khususnya yang prioritas adalah sebagai wadah pemasaran bersama. Dimohonkan juga kepada semua pihak agar membantu untuk dapat menwujudkan terbentuknya Koperasi tersebut sampai berbadan hukum.  Harapan kelompok tani Dana Lestari agar masa panen tahun depan sudah dapat memasarkan produk jeruknya secara bersama-sama melalui wadah koperasi, petani produsen tidak terjerat oleh para spekulan yang dapat mengacaukan harga terutama pada saat panen raya, harga-harga yang diperoleh petani memadai pendaapatan petani meningkat dan pada akhirnya petani menjadi sejahtera.