PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JAMUR BEAUVERIA BASSIANA PADA MEDIA JAGUNG DAN BERAS

Agensia Hayati dapat di artikan sebagai agens pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berbasis mahluk hidup. Agensia hayati dapat digolongkan menjadi golongan mikroorganisme dan agensia hayati golongan predator. Agensia hayati golongan mikroorganisme diantaranya ada dari golongan jamur,bakteri, parasitoid dan parasit. Semakin disadari akan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida seperti terjadinya pencemaran lingkungan, membunuh serangga yang bukan sasaran, resurgensi terhadap hama, munculnya biotif baru, serta yang lainnya, maka dari itu mulai digunakan alternatife lain yang ramah terhadap lingkungan yaitu dengan menggunakan agensia pengendali hayati yang salah satunya adalah Beauveria bassiana.

Beauveria bassiana membunuh hama melalui infeksi sebagai akibat dari serangga yang kontak dengan spora jamur.Serangga dapat kontak dengan spora jamur melalui beberapa cara:

  • Semprotan jamur menempel pada tubuh serangga,
  • Serangga bergerak pada permukaan tanaman yang sudah terinfeksi jamur
  • Atau dengan memakan jaringan tanaman yang telah diperlakukan dengan jamur (yang terakhir ini bukan metode utama penyerapan).

Setelah spora jamur melekat pada kulit serangga (kutikula), mereka berkecambah membentuk struktur (hifa) yang menembus tubuh serangga dan berkembang biak. Ini mungkin memakan waktu 3-5 hari untuk serangga mati, tapi mayat yang terinfeksi dapat berfungsi sebagai sumber spora untuk penyebaran sekunder jamur. Serangga juga dapat menyebarkan jamur melalui perkawinan. Kelembaban tinggi dan air bebas (aw) meningkatkan aktivitas dari konidia dan proses infeksi serangga. Spora jamur mudah dibunuh oleh radiasi matahari dan menginfeksi dengan optimal pada suhu dingin hingga suhu moderat.

Pada kegiatan pengendalian dengan menggunakan Beauveria bassiana yang dilakukan pada komoditi kakao di wilayah kerja Dinas Perkebunan Provinsi Bali pada tahun 2015 dilaporkan dapat menurunkan tingkat serangan buah dari hama Helopeltis sp rata – rata 6,9% dan intensitas serangan hama PBK rata-rata 7,34%. Agensia hayati tersebut menunjukkan pengaruh cukup baik maka dipandang perlu terus dikembangkan.

Beauveria bassiana media jagungUntuk memperbanyak jamur Beauveria bassiana bisa dilakukan pada media beras maupun pada media jagung. Kegiatan untuk membuat stater Beauveria bassiana bisa juga dilakukan di lapang bersama anggota Subak Abian maupun Kelompok Tani namun alat –alat yang digunakan untuk praktek perbanyakan sebelum digunakan harus disterilkan terlebih dahulu(standar Laboratorium). Hal ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi terhadap pertumbuhan jamur Beauveria bassiana tersebut. Dari hasil praktek perbanyakan di tingkat petani jamur Beauveria bassiana akan lebih cepat tumbuh dan berkembang pada media beras dibandingkan dengan media jagung. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kontaminasi stater yang dibuat. Semakin lama jamur tumbuh di dalam media maka peluang untuk kontaminasi semakin besar. Tingkat kontaminasi untuk media beras adalah 5 – 10 %,sedangkan untuk media jagung mencapai 10 – 20%. Ini juga disebabkan oleh karena pertumbuhan jamur pada media beras lebih cepat di bandingkan dengan media jagung.

Pengaplikasian Beauveria bassiana pada Subak Abian Merta Masa Dusun Medewi Baler Setra, Desa Medewi, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana dan Subak Abian Merta Nadi, Dusun Selong, Desa Gumbrih, Kec.Pekutatan, Kab.Jembrana dari hasil pengamatan setelah dilakukan aplikasi menunjukkan buah yang terserang Helopeltis sp rata-rata 21,15% dan intensitas serangan PBK rata-rata 20,5%. Sedangkan yang tanpa perlakuan menunjukkan buah yang terserang Helopeltis sp rata-rata 24,45% dan intensitas serangan PBK rata-rata 23,54%. Dari hal ini maka dipandang perlu untuk terus melakukan uji lanjutan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas jamur Beauveria bassiana untuk mengendalikan hama Helopeltis sp dan PBK.

ditulis oleh :

I Made Budiana,SP (POPT Pertama)
NIP. 19680210 200212 1 007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *