TEKNIK MEMPERBANYAK BEAUVERIA BASSIANA DI LAPANG(SUBAK ABIAN/KELOMPOK TANI)

Seperti diketahui bahwa penggunaan pestisida yang kurang efektif dapat menimbulkan beberapa pengaruh negatif diantaranya adalah kerusakan pada lingkungan, resistensi terhadap hama ,resurjensi atau bahkan terjadi lonjakan hama kedua. Maka alternatif yang digunakan adalah kembali melakukan pengendalian yang ramah lingkungan yang salah satu diantaranya menggunakan Beauveria bassiana. Jamur Beauveria bassiana adalah jamur yang bersifat entomo pathogen. Bila diaplikasikan pada hama seperti Helopeltis sp, Penggerek Buah Kakao (PBK), Penggerek Buah Kopi (PBKo) jamur ini akan menyerang secara perlahan-lahan dengan cara menempel pada kulit luarnya atau masuk melalui saluran pernapasan lalu berkembang di dalam tubuh hama tersebut. Beauveria bassiana membunuh hama melalui infeksi sebagai akibat dari serangga yang kontak dengan spora jamur.

  • Serangga dapat kontak dengan spora jamur melalui beberapa cara:  semprotan jamur menempel pada tubuh serangga,
  • serangga bergerak pada permukaan tanaman yang sudah terinfeksi jamur, ]
  • atau dengan memakan jaringan tanaman yang telah diperlakukan dengan jamur (yang terakhir ini bukan metode utama penyerapan).

Setelah spora jamur melekat pada kulit serangga (kutikula), mereka berkecambah membentuk struktur (hifa) yang menembus tubuh serangga dan berkembang biak. Ini mungkin memakan waktu 3-5 hari untuk serangga mati, tapi mayat yang terinfeksi dapat berfungsi sebagai sumber spora untuk penyebaran sekunder jamur. Serangga juga dapat menyebarkan jamur melalui perkawinan. Kelembaban tinggi dan air bebas meningkatkan aktivitas dari konidia dan proses infeksi serangga. Spora jamur mudah dibunuh oleh radiasi matahari dan menginfeksi dengan optimal pada suhu dingin hingga suhu moderat

Hama yang terinfeksi akan menunjukkan gejala seperti kurang nafsu makan , pergerakannya kurang, dan cendrung menjadi lemas, dan pada akhirnya menjadi mati. Adapun bahan – bahan yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah :

  • Isolat/stater Beauveria bassiana
  • Chloramphenicol
  • Glukose
  • Alkohol
  • Aquades /air
  • Beras /Jagung
  • Plastik tahan panas
  • Steples dan Isi staples
  • Tisu/Lap

Teknis Pelaksanaan:

  • Mensterilkan alat-alat yang akan digunakan dengan alkohol 70%.
  • Penyediaan isolate atau stater dari Laboratorium
  • Isolate Beauveria bassianaPraktek Perbanyakan seperti langkah – langkah berikut :
    • Media beras atau jagung pecah giling dicuci dengan air sampai bersih, kemudian di rendam dalam air selama + 15 menit lalu dikukus sampai setengah matang + 30 menit.
    • Lalu kita tempatkan media beras/jagung pada baskom besar untuk mendinginkannya serta ditutup dengan plastik untuk mengurangi terjadinya kontaminasi.
    • Setelah dingin beras/jagung pecah giling kita tambahkan Chloremphenicol dan glucose serta di aduk hingga merata.Untuk 5 Kg media kita tambahkan Chloremphenicol sebanyak 2 butir
      Stater Beauveria bassiana dan glucose kita tambahkan sebanyak 1,5 sendok makan.
    • Setelah diaduk hingga merata kita tambahkan stater Beauveria bassiana sebanyak 2 bungkus yang mana satu bungkus kira – kira seberat 250 gram. Dalam praktek seperti ini lebih baik menggunakan stater dibandingkan dengan isolate.
    • Jika semua sudah dilakukan barulah dilanjutkan pengemasan yaitu dengan cara di masukan ke dalam kantong plastik,yang mana setiap kantong plastik kita isikan media kira – kira sepertiganya lalu kita lipat ujungnya dan jepret memakai staples.
    • Simpan biakan tersebut pada rak – rak yang bersih atau di lantai serta aman dari gangguan binatang.
    • Setelah 7 (tujuh) hari atau lebih akan terlihat biakan seperti tempe.. Pada umur 7 – 14 hari cendawan akan tumbuh sempurna dan siap diaplikasikan di lapangan
      Tingkat keberhasilan untuk kegiatan seperti ini mencapai kisaran 60-75% hal ini telah dibuktikan di beberapa Subak Abian seperti misalnya di Subak Abian Dukuh Amerta Sari,Desa Dukuh Pulu(2012) mencapai 62%,Subak Abian Panca Karya Tani,Desa Batuaji(2013) mencapai 67%,Subak Abian Pangkung Sakti I,Desa Angkah(2013) mencapai 65% Subak Abian Merta Masa,Desa Medewi(2014) mencapai 60%,Subak Abian Merta Nadi,Desa Gumbrih(2014) mencapai 65%, Saung SL – PHT Kopi Jatiluwih,Desa Jatiluwih(2014) mencapai 75% Subak Abian Amerta Asih, Desa Selemadeg(2015) mencapai 70%, Subak Abian Pertiwi Lestari,Desa Tajen(2016) mencapai 72%, , Subak Abian Anggrek Wangi, Kecamatan Mendoyo(2017) mencapai 75%Saung SL-PHT Kakao,Desa Tengkudak(2017) mencapai 70% serta di beberapa Subak Abian yang lainnya yang ada di wilayah Bali Barat.

Ditulis Oleh : I Made Budiana, SP (POPT Pertama)
NIP. 19680210 200212 1 007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *